Ibu Kota Nusantara – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Lemhannas (DPD IKAL – Lemhannas) Kalimantan Timur, Universitas Balikpapan dan Otorita Ibu Kota Nusantara menggelar Dialog Kebangsaan bersama dengan tema “Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Menuju Ibu Kota Politik 2028” pada tanggal 06/12/2025 di Ibu Kota Nusantara.
Dialog Kebangsaan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung Bapak Presiden Prabowo Subianto setelah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.
Dalam Perpres tersebut, pemerintah menargetkan IKN akan berfungsi penuh sebagai ibu kota politik pada tahun 2028, dengan pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur secara bertahap hingga tiga tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan Dialog ini menghadirkan Narasumber yang luar biasa, diantaranya Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA, MAI, IPU, Asean_Eng (Tenaga Professional Lemhannas RI), Prof. Dr. Ir. Isradi Zainal, MT, MH, MM, DESS, A.Eng, IPU (Rektor Universitas Balikpapan) dan Drs. H. Alimuddin, M.Si (Deputi Bidang Sosial Budaya & Pemberdayaan Masyarakat OIKN).
Peserta dalam kegiatan ini adalah Mahasiswa Pascasarjana se-Kaltim, Alumni Lemhannas serta Tokoh Masyarakat se-Kaltim, yang juga di moderatori oleh Bapak Asrul Padupai, S.H yang merupakan Advokat di wilayah Penajam Paser Utara.
Irwansyah, S.Hut selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mendukung penuh proses keberlanjutan pembangunan OIKN, diharapkan dialog ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif agar kedepannya bisa lebih baik.
Adapun rekomendasi yang dihasilkan dalam Dialog Kebangsaan ini ada 4 point penting, yaitu :
1. Mendukung penuh keberlanjutan pembangunan IKN
2. Mengawal semangat Peraturan Presiden No. 75 tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 terkait pembangunan IKN agar terlaksana dengan baik dan terukur,
3. Mengajak lapisan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas yang diperlukan oleh IKN secara bertahap,
4. Bersama sama menguatkan IKN sebagai Nusantara sebenarnya dalam semangat inklusivitas.













